Warning: is_dir(): open_basedir restriction in effect. File(/www/wwwroot/lsp-mpsdm.com/wp-content/plugins/wpdiscuz/themes/default) is not within the allowed path(s): (/home/lspmpsdm/:/tmp/:/usr/share/pear/:/home/kloxo/client/lspmpsdm/session/:/home/kloxo/httpd/script/:/home/kloxo/httpd/disable/:) in /home/lspmpsdm/lsp-mpsdm.com/wp-content/plugins/wpdiscuz/forms/wpdFormAttr/Form.php on line 157
Merancang Model Dan Kamus Kompetensi - LSP MPSDM
Back
sertifikasi sdm lsp mpsdm

Merancang Model dan Kamus Kompetensi

Unit kompetensi Merancang Model dan Kamus Kompetensi

Adalah unit kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk menetapkan model kompetensi organisasi dan menyusun kamus kompetensi organisasi. Unit kompetensi ini merupakan bagian dari unit kompetensi dalam bidang pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia.

Elemen kompetensi

Unit kompetensi Merancang Model dan Kamus Kompetensi memiliki dua elemen kompetensi, yaitu:

  • Menetapkan model kompetensi organisasi
  • Menyusun kamus kompetensi organisasi

Penjelasan elemen kompetensi

Menetapkan model kompetensi organisasi

Elemen kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk menetapkan model kompetensi organisasi. Model kompetensi organisasi adalah gambaran umum tentang kompetensi-kompetensi yang diperlukan oleh organisasi untuk mencapai tujuannya. Model kompetensi organisasi dapat disusun berdasarkan berbagai faktor, seperti visi, misi, nilai-nilai, strategi, dan budaya organisasi.

Untuk menetapkan model kompetensi organisasi, seseorang perlu melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Memahami visi, misi, nilai-nilai, strategi, dan budaya organisasi
  2. Menganalisis kebutuhan kompetensi organisasi
  3. Memilih model kompetensi yang sesuai
  4. Menyusun peta kompetensi organisasi
  5. Menyelaraskan model kompetensi dengan proses manajemen sumber daya manusia

Menyusun kamus kompetensi organisasi

Elemen kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk menyusun kamus kompetensi organisasi. Kamus kompetensi organisasi adalah dokumen yang berisi penjelasan tentang kompetensi-kompetensi yang tercantum dalam model kompetensi organisasi. Kamus kompetensi organisasi harus mencakup informasi berikut:

  • Definisi kompetensi
  • Kriteria kinerja
  • Bukti kinerja
  • Metode penilaian

Untuk menyusun kamus kompetensi organisasi, seseorang perlu melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Menganalisis model kompetensi organisasi
  2. Menentukan informasi yang perlu dicantumkan dalam kamus kompetensi
  3. Membuat format kamus kompetensi
  4. Memasukkan informasi ke dalam kamus kompetensi
  5. Menyelesaikan kamus kompetensi

Persyaratan kompetensi

Untuk dapat melaksanakan unit kompetensi Merancang Model dan Kamus Kompetensi, seseorang harus memenuhi persyaratan kompetensi berikut:

  • **Memiliki pengetahuan tentang:
    • Visi, misi, nilai-nilai, strategi, dan budaya organisasi
    • Model kompetensi organisasi
    • Kamus kompetensi organisasi
    • Proses manajemen sumber daya manusia
  • **Memiliki keterampilan:
    • Analisis
    • Penulisan
    • Komunikasi
  • **Memiliki sikap:
    • Profesionalisme
    • Kerja sama
    • Tanggung jawab**

Penerapan unit kompetensi

Unit kompetensi Merancang Model dan Kamus Kompetensi dapat diterapkan dalam berbagai organisasi, baik organisasi profit maupun non-profit. Unit kompetensi ini dapat digunakan untuk:

  • Meningkatkan kinerja organisasi
  • Meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya manusia
  • Membantu organisasi dalam mencapai tujuannya
Contoh penerapan unit kompetensi

Berikut adalah contoh penerapan unit kompetensi Merancang Model dan Kamus Kompetensi:

  • Sebuah perusahaan manufaktur ingin meningkatkan kinerja karyawannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan tersebut melakukan analisis kebutuhan kompetensi karyawan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perusahaan tersebut membutuhkan karyawan yang memiliki kompetensi teknis, kompetensi kepemimpinan, dan kompetensi interpersonal. Perusahaan tersebut kemudian menetapkan model kompetensi organisasi yang mencakup kompetensi-kompetensi tersebut. Selanjutnya, perusahaan tersebut menyusun kamus kompetensi organisasi untuk menjelaskan kompetensi-kompetensi tersebut.
  • Sebuah organisasi non-profit ingin meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya manusianya. Untuk mencapai tujuan tersebut, organisasi tersebut melakukan analisis proses manajemen sumber daya manusianya. Hasil analisis menunjukkan bahwa organisasi tersebut perlu memperbaiki proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Organisasi tersebut kemudian menetapkan model kompetensi organisasi yang mencakup kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan rekrutmen dan seleksi karyawan yang berkualitas. Selanjutnya, organisasi tersebut menyusun kamus kompetensi organisasi untuk menjelaskan kompetensi-kompetensi tersebut.

Unit kompetensi “Merancang Model dan Kamus Kompetensi” mencakup kemampuan untuk membuat model dan kamus kompetensi yang berfungsi sebagai dasar untuk pengelolaan sumber daya manusia, pengembangan karyawan, serta evaluasi dan penilaian kinerja. Inilah beberapa aspek penting yang terlibat dalam unit kompetensi ini:

  1. Identifikasi Kebutuhan Organisasi: Merancang model kompetensi dimulai dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan tujuan organisasi. Ini melibatkan identifikasi kompetensi-kompetensi kunci yang mendukung visi, misi, dan strategi organisasi.
  2. Pengembangan Model Kompetensi: Pembuatan model kompetensi melibatkan penentuan kumpulan keterampilan, pengetahuan, dan perilaku yang dianggap penting untuk berhasil dalam pekerjaan tertentu atau dalam organisasi secara keseluruhan.
  3. Kamus Kompetensi: Kamus kompetensi adalah daftar rinci dari setiap kompetensi yang tercantum dalam model. Setiap kompetensi dijelaskan dengan jelas dan objektif agar dapat dipahami oleh semua pemangku kepentingan.
  4. Kaitan dengan Peran dan Pekerjaan: Model dan kamus kompetensi harus dihubungkan dengan peran dan pekerjaan spesifik dalam organisasi. Ini membantu dalam mengidentifikasi kompetensi yang paling penting untuk setiap posisi.
  5. Konsultasi dengan Pemangku Kepentingan: Proses merancang model kompetensi seringkali melibatkan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk manajemen senior, karyawan, dan ahli industri. Hal ini memastikan bahwa model tersebut mencerminkan kebutuhan sebenarnya dan mendapat dukungan luas.
  6. Pemetaan Karir dan Pengembangan Karyawan: Model kompetensi membantu dalam pemetaan jalur karir dan pengembangan karyawan. Dengan jelasnya kompetensi yang diharapkan untuk setiap level atau posisi, individu dapat merencanakan perkembangan karir mereka.
  7. Penilaian Kinerja: Model kompetensi digunakan sebagai dasar untuk penilaian kinerja. Hal ini memungkinkan evaluasi yang objektif berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
  8. Pengembangan Karyawan: Model kompetensi juga digunakan dalam merancang program pengembangan karyawan. Ini dapat mencakup pelatihan, pembelajaran, dan pengalaman kerja yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi yang diperlukan.
  9. Evolusi dan Pembaruan: Organisasi dinamis, dan oleh karena itu, model dan kamus kompetensi perlu terus dievaluasi dan diperbarui sesuai dengan perubahan dalam lingkungan bisnis dan kebutuhan organisasi.
  10. Integrasi dengan Sistem Manajemen SDM: Model kompetensi harus terintegrasi dengan sistem manajemen SDM organisasi. Ini mencakup proses rekrutmen, seleksi, penilaian, dan pengembangan karyawan.

Merancang model dan kamus kompetensi merupakan langkah kritis dalam pengelolaan sumber daya manusia yang efektif. Ini membantu organisasi untuk memiliki pandangan yang jelas tentang kualifikasi dan karakteristik yang diinginkan, serta menyediakan kerangka kerja untuk pengelolaan kinerja dan pengembangan karyawan.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

John Doe

Typically replies within a day

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Tim dukungan pelanggan kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!